Jumat, 24 Juni 2011

Ketika Harus Ada Yang Berpulang

Sudah siapkah kita saat ada anggota keluarga, orang terdekat kita harus berpulang ke rumah Bapa? Atau mungkin jika kita sendiri yang harus berpulang. Kalau dulu saya tidak pernah mau memikirkan atau lebih jelasnya melarikan diri dari pertanyaan seperti itu. Itu adalah hal yang tak terbayangkan, yang menakutkan, yang dan yang lainnya. Dengan berjalannya waktu dan bertambahnya usia serta pemahaman, akhirnya saya berani memikirkan hal itu.

Papi saya meninggal ketika saya berusia 7 tahun, ketika itu kami tinggal di Pekan baru, Riau, karena papa saya mendapatkan tugas kerja disana.
Kepergian beliau yang tiba2 karena penyakit jantungnya dan saat itu saya masih kecil membuat saya tidak mampu berpikir dalam. Yang saya rasakan adalah ketika teman2 saya punya papa yang bisa diandalkan, saya tidak punya. Namun tiap kali saya melihat atau mendengar suara ambulance dijalan, membuat hati saya sedih. Hal itu saya alami terus sampai usia saya dewasa. Mungkin ada orang terdekat saya yang mengerti dan memaklumi namun ada juga yang menganggap saya berlebihan. Untuk itulah semuanya saya simpan dihati.

Dengan berjalannya waktu saya mencerna siklus kehidupan. Manusia dilahirkan, dibesarkan, dan ketika dia menjadi dewasa dia menikah.Kemudian punya anak, punya cucu, tua dan akhirnya meninggal. Manusia ada karena diciptakan Tuhan. Segala kehidupan ini diatur dan dimiliki Tuhan. Kapan waktunya Tuhan ingin mengambil kita, kita ga tau. Hidup didunia ini hanyalah sementara, ngga mungkin kita hidup terus2an. Karena walaupun kita ingin hidup tapi jasmani kita terbatas. Hidup terdiri atas tubuh, jiwa dan Roh. Tubuh dan jiwa tidak abadi, hanya Roh yang abadi. Roh yang akan kembali saat kita dipanggil.

Seberapapun kita sayang dengan keluarga atau dengan orang terdekat kita, saat dia meninggal, tetap harus dikuburkan, kalo tidak maka jasadnya akan membusuk. Demikian juga dengan diri kita. Sering saya seram membayangkan kalo saya mati, enakan dibakar apa dikubur yah? Dibakar aduh panas....menyeramkan.... Dikubur.. Aduh seram yah didalam peti sendirian, ada binatang kecil2 yang akan menggerogoti tubuh kita. Belum lama ini saya harus ikut MRI. Ketika saya masuk ke alat MRI itu, yang terbayang adalah "mungkin begini rasanya didalam peti nantinya". Sendirian.... Duuh bagaimana bila ternyata kita cuma mati suri??? Wah kalo mikirin begitu ga ada habisnya deh....

Kembali ke siklus kehidupan, kalo tidak ada manusia yang meninggal, maka dunia ini akan penuh sesak. Yah....kelahiran dan kematian adalah kepastian. Lahir dikeluarga manakah kita, kita tidak bisa memilih. Demikian juga dengan cara apakah Tuhan memanggil kita, tidak bisa kita pilih juga. Banyak orang yang harus sakit bertahun2 sebelum akhirnya di panggil Tuhan, tapi ada juga orang yang dipanggil Tuhan dengan tiba2. Saya juga pengen cara terakhir. Tp kan kita ga bisa pilih yah...Kecual kalo kita sendiri yang ingin mengakhiri kehidupan, baru kita bisa pilih. Tp setelah itu kemana kita pergi pasti kamu tau jawabannya. Menjalani kehidupan adalah pilihan. Akan seperti apakah hidup kita, akan jadi apakah kita, akan kemanakah kita setelah meninggal itu adalah pilihan. Semua agama mayoritas mengajarkan surga dan neraka. Tempat dimana Roh kita akan pergi saat kita berpulang.

Rasa sedih dan kehilangan pastilah kita rasakan. Karena hubungan perasaan dengan orang yang kita cintai adalah salah satu wujud kedekatan antara kita dan dia. Tapi semua hal itu akan berlalu. Jadi teringat dengan kata2 Ajahn Bram "Semua akan berlalu". Yang tertinggal adalah kenangan indah. Dan kehidupan kita yang ditinggalkan pun harus tetap berjalan, karena tugas dan waktu kita didunia ini belum selesai.

Saya teringat ada beberapa kisah saat orang berada di posisi sakratul maut. Ada yang ketakutan, karena ada mahluk berjubah hitam yang siap menjemput, ada juga melewatinya dengan tenang karena ada mahluk berjubah putih yang siap menjemputnya. Akan kemanakan mereka? Kamu pasti sudah tau jawabannya.

Semua pemikiran itu membuat saya bisa berpikir jernih, bahwa hidup ini hanyalah sementara, kita harus menjalani hidup dengan baik sesuai dgn ajaran agama kita, yang mengajarkan bagaimanakah hidup baik saat didunia maupun saat Tuhan memanggil kita. Dan Tuhan jugalah yang akan mendampingi, mengingatkan kita dalam menjalani hidup yang sementara ini. Jadi teringat pepatah "Harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama". Itu mungkin lebih berhubungan dengan diri kita. Supaya kita bisa hidup lebih baik, untuk masa depan kehidupan roh kita saat kita dipanggil Tuhan.

Jadi teringat lagi lagu Bila tiba waktuku yang dinyanyikan oleh Band Ungu :
Andai ku tahu kapan tiba ajalku
Ku akan memohon Tuhan tolong panjangkan umurku
.................
Andai ku tahu kapan tiba ajalku
Izinkan aku mengucap kata taubat pada-Mu

Untuk orang2 yang kita cintai, sayangilah selagi mereka masih hidup. Tunjukanlah cinta dan kasih sayang kita selama kita bisa, karena kalo sudah waktunya Tuhan memanggil mereka, tidak bisa kita tahan, walaupun hanya sedetik yang kita minta untuk membahagiakan dia.

Saya sengaja membuat tulisan ini, supaya saya ingat ketika ada orang yang kita cintai harus ada yang berpulang atau pun mungkin saya sendiri saya bisa menerimanya dengan ikhlas dan sabar, dan bisa mengantarkannya pulang dengan senyum. Dan jangan sampai kita akan mengatakan bahwa "semuanya sudah terlambat". Karena bagi orang beriman, kematian hanyalah kepindahan ke dunia yang lain. Dunia yang lebih indah. Kematian adalah keuntungan bagi orang beriman, dan artinya tugasnya didunia telah selesai.

Kamis, 02 Juni 2011

Ikan Masak Cao

Sebagai pencinta ikan, hari ini saya mencoba masak ikan Cao. Rasanya asem, asin, manis. Pokoknya segar deh. Ini makanan sehat lho, dan jauh dari kolesterol. Yuk kita masak.....




Bahan:
- 500 gr Ikan kakap/gurame
- 2 buah sayur asin
- 2 sdm cao haluskan dan beri air
- 1 sdm angkak haluskan, beri air dan saring
- 2 cm jahe iris tipis
- 2 siung bawang merah iris tipis/ulek
- 3 siung bawang putih iris tipis/ulek
- Garam secukupnya
- Gula secukupnya
- Merica secukupnya
- Air

Cara memasak :
Cuci ikan sampai bersih, buang sisiknya. Potong ikan dengan ukuran sedang, kemudian rendam dengan air garam sebentar. Setelah 5 menit goreng ikan dengan minyak, tapi jangan sampai garing. Sisihkan

Tumis bawang merah, bawang putih dan jahe dengan minyak hingga harum. Masukan air Cao dan angkak, tambahkan air hingga banyak. Setelah mendidih, masukan sayur asin. Beri garam, merica dan gula. Setelah mendidih kembali masukan ikan goreng. Koreksi rasanya. Setelah mendidih kembali diamkan 5 menit dengan api sedang. Setelah itu matikan kompor, dan pindahkan masakan ke mangkuk. Dan makanan pun siap untuk dihidangkan.

Cerita lucu anak-anakku

Setelah menjadi ortu saya baru ngerasain pentingnya anak buat saya, pasti perasaan inilah yang dirasain ortu gw dan ortu2 lainnya. Saya baru ngerti kenapa ortu saya suka khawatir kalo saya ngelakuin yang ga bener... Yah itulah yang saya rasakan sekarang. Padahal anak gw masih kecil yah. Bagaimana kalo dia udah lebih besar lagi yah?

Tulisan ini ditujukan untuk mencatat hal-hal tentang Nathan dan Karin, saya pikir ini perlu karena masa kecil tak bisa terulang lagi. Anak-anak akan menjadi besar dan sayang kalau kisah masa kecilnya terlewatkan. Ini sudah lama terpikirkan untuk dibuat tapi selalu ngga sempat. Lumayanlah bisa menyalurkan bakat menulis saya. Pokoknya mulai hari ini harus sempat..... Mungkin tidak akan berurut tp lumayanlah daripada kelewatan.

Selasa, 17 Maret 2009

Hari ini adalah hari yang menentukan Karin untuk ikut pergi ke singapore, karena dia harus bikin pasport. Dari malam saya udah ngomong ke dia tentang perlunya paspor. David sebenarnya tidak terlalu setuju kalau Karin ikut. Menurut dia Karin masih terlalu kecil, umur dia 4 tahun.

Tp saya bersikeras untuk tetap ngajak dia ikut. Saya pikir kasian ama dia, Nathan dah pernah pergi, masa sekarang karin mau ditinggal lagi? lagi pula saya udah seringkali pergi, jadi sekarang saya mau fokuskan diri saya untuk ngajak mereka.

Udah sampai di imigrasi kita antri, lama deh..ketemu sama Titi dan anaknya Tiara. Setelah dipanggil, kita bayar, lalu dipanggil foto. Pas foto awalnya Karin mau duduk, eh si ibu tukang foto pake sms-an dulu. Karin udah cemas tuh.. kemudian ibu itu bilang supaya bangkunya dinaikin. Wah mulai deh Karin mewek.... sampe sekantor imigrasi orang pada ngeliatin kita. Kebetulan seruangan sama orang yg wawancara. Alamak malu deh...tapi dasar anak kecil belum tau malu sih... jadi tetep aja nangis kuenceng banget....

Saya bujuk2in ampe bete...cerita soal pentingnya paspor.... dan David dah bilang Karin ga usah deh bikin paspor....

Dasar anak kecil ga tau maminya susah, dia tetap ga mau padahal udah diancam,dicubitin,diceritain. Akhirnya saya nyerah jg. Kita pulang dengan deal dengan orang imigrasi kita akan balik lagi. De...de... Andaikan kamu mengerti pentingnya paspor..... Dede bisa ditinggalin dirumah dan ngga bisa nonton "song of the sea" kaya koko...

Kamis, 19 Maret 2009

Hari ini kita berangkat lagi ke Imigrasi, tapi ga diantar David, yg pertama dia ga bisa ninggalin kantor yg kedua mungkin dia dah bete jg kali dan takut gagal. Jadi kita naik angkot. Saya bela-belain deh.. demi Karin. Pd hal anak2 saya jarang banget naik angkot. Demi..demi..dan demi Karin.....

Berangkatlah saya,Karin, Nathan dan Prt saya Erna. Nathan kebetulan lg sakit panas jd ga sekolah. Dari malam saya udah bujuk2in dia dan dia mau foto. "Tapi sama koko yah...." Dasar anak kecil masa foto paspor mau berdua? dia bilang "aku kan adik kakak" Hemmmm

Ternyata file asli ketinggalan di mobil David. Akhirnya dia suruh orang dia untuk anter ke kantor imigrasi.

Sampai disana, Karin kumat ga mau foto. Cilaka dua belas deh.... Akhirnya digendong Nathan kedalam, anak kecil kok gendong anak kecil? org2 pd ngeliatin. Ah cuek aja deh... EGP. Sampe dalam dibujukin, sebelah kiri tangan Nathan sebelah kanan tangan saya.

Akhirnya berhasil juga di foto Puji Tuhan.... Ibunya bilang hasilnya kaya gini... bagus ga bu? Wah yang mana aja deh... udah mau difoto aja udah bagus bener... daripada batal lagi yah?

Langsung wawancara deh... kaga pake file asli krn kurirya blm sampe. Setelah selesai dia cuma minta akte lahir asli. Akhir saya ambilin sama si kurir dan kasih ke Bpk yang wawancara. Terus kita pulang deh.....

De..de... mami sampe stresssss.......Tapi akhirnya sukses dengan bantuan Ko ko Nathan...

Lupa Waktunya

Waktu dijalan mau kemana deh.. Nathan baru belajar baca... Ada iklan simpati di koran gede banget. Kita suruh dia baca. tulisannya Ngobrol sampai puas. Dia bacanya "En Gobrol"

He..he..he.. dasar anak TK....

Lupa Waktunya

Pernah sekali waktu gw pulang kerja dan kita lg ngobrol2 sama Nathan. Dia ngeliatin muka saya sambil bilang "Mami aku selalu merindukanmu lho"

Yah ampun ini anak romantis buanget kaya maminya.. apa korban sinetron yah... Btw saya seneng banget dengernya....

Jumat, 20 Maret 2009

Hari ini gw ga kerja krn sakit. Nathan juga ga sekolah masih sakit. Saya, Nathan, dan Karin diurut setelah itu kita tidur ampe sore... Wuih enak banget...

Malamnya mereka ga bisa tidur krn tidur siang kelamaan. Jadi pada kolokan tuh tidurnya.

Karin tidurnya mau dipeluk, padahal tangan kiri saya lagi pegang2 Nathan supaya tidur. Gw bilang sama Nathan mau peluk Karin dulu yah... Wah dia sedih dan bilang "Ga ada yang peluk aku.... tangan mami ke aku dan Karin aja" Dasar Karin masih kecil dia ga mau.

Akhirnya saya suruh papinya untuk peluk Nathan. Tapi dia males2an krn dah tidur kali yah... Mungkin Nathan udah ngerasa papinya males2an. Dia bilang "ya udah aku kesebelah Karin aja... tidur sendiri. Papi sendiri aja. Mami peluk Karin" Sambil tersedu2. Duh anakku.. mami jadi sedih jg. Akhirnya saya punya solusi. Saya lebarin tangan saya dan saya peluk dua-duanya sambil cerita-cerita binatang dan wisata ke singapore. Berhasil deh.. sekarang mereka dah tidur semua... he..he...he... untung punya akal yah...

Selasa, 24 Maret 2009

Hari ini saya berultah, malam sebelumnya saya dah bilang ama Nathan untuk tidur lebih awal supaya besok pagi bisa kasih selamat ultah ke maminya. Wah dia Exciting banget. "Aku mau, aku mau yang pertama kasih selamet buat mami". Adiknya dah tidur dulu. Besok paginya Nathan dibanguninnya gampang banget krn mau kasih kiss yang pertama buat saya. Thanks Nathan I Love U too. Waktu gw mau berangkat yang lucu karin baru bangun dan saya bilang "De, mami ultah hari ini, Dede kasih selamat yah" Saya spell in " Mami.. selamat ultah, terus saya suruh dia bilang "Karin cinta mami" Eh bukannya bilang malah terharu gitu. Terus dia bilang "Kita semua cinta mami" So... Sweet......

Kamis, 7 Mei 2009

Wah dah lama nih ga nulis..

Pagi ini Nathan minta uang jajan 5 rb mau beli kartu, terus saya bilang "Ya udah kiss mami dulu, nanti aku kasih 5 rb". Setelah kiss dia pergi, ga lama kemudian dia balik lagi dan bilang "Mami kalo aku kiss mami 3 kali, mami kasih uang 5 ribu nya 3 yah??" Astaga... Nathan cerdas juga.... Love U...

Jumat-Senin, 15-18 Mei 2009

Jumat sampai senin, kami sekeluarga b4 pergi ke singapore. Ini adalah untuk pertama kalinya kita pergi keluar negeri sekeluarga.

Diawali dengan susahnya Karin bangun dari tidur, akhirnya ga mandi, ganti baju aja. Hampir2 ditinggal dia krn papinya dah senewen...

Nathan udah bangun pagi dan mandi. Jam 4.30 kita ke bandara terminal 3 krn tiket yg dibeli melalui batam. Sebel jg sih..krn lewat batam jadi lebih mahal krn harus beli tiket ferry dan lebih cape. Ya apa mau dikata, krn bookingannya sudah lama, dari pada hangus.

Ternyata terminal 3 bagus yah... Kita sempet foto2 sih.. Nathan dan karin beli milo di mesin air minum. Ternyata panas banget. Lidah Nathan kepanasan....hu..hu..hu.. dah ditiupin ga mempan..kasihan pagi2 udah trouble.

Dipesawat ga pada rewel sih.. cuma Nathan sibuk tutup kuping,takut budeg he..he..he.. sampai dibatam kita naik taxi ke batam center. setelah beli tiket Nathan mules, akhirnya ke wc sama papinya krn toilet perempuan penuh, dan karin ikut gw ngurus bebas fiskal. Tiket ferry-nya aneh 1 way Sgd 30, kalo 2 way Sgd 27.

Setelah itu kita naik ferry.. wah seneng deh... Kira2 jam 11-an sampe deh di vivo mall. Makan siang dulu, terus ke apartemen di china town. Karin mulai rewel, dibawain kereta dorong ga mau naik. Yah papinya yg sibuk bawain 1 koper dan stoller.

Setelah di apartemen, karin ga mau masuk, ngajakin pulang...hemmmm mulai deh si kecil rewel... setelah dibujuk2, baru deh mau.... Setelah mandi kita jalan ke bugis... eh hujan...batal..terus kita ke city hall mau ke suntec, nyari fountain wealth. ternyata lagi direnovasi. makan di food court waktu makan Nathan nangis kirain kenapa ternyata dia bilang "kita pulang aja ke Indonesia yah.. disini ga ada guling mami" Busyet deh..... terus pulang... ke esplanade.. ga sampe2 jauh jalannya.. akhirnya ga jadi.

Jumat, 27 Mei 2011

Hari ini kami sekeluarga pergi kegereja untuk Pendalaman Alkitab. Sekarang ini Nathan berkacamata. Digereja ada TV yang bertuliskan teks lagu. Ada tulisan "Rencana indah, tlah Kau siapkan, bagi masa depanku yang penuh harapan". Karena burem dia bacanya "Bencana indah tlah Kau siapkan dst..." Alamak kasus nih

Kamis, 24 Juni 2011

Piknik..... yah hari ini kami piknik ke kebun raya cibodas. Dengan penuh perjuangan akhirnya tibalah kami di Cibodas, setelah mencari lokasi yang pas, kami gelarlah tikar, makanan, minuman. Namun Nathan yang udah napsu main bola, akhirnya menendang bola kekencengan akhirnya bola menggelundung ke arah bawah. Wah Nathan, Karin dan papinya lari mengejar bola. Lucu deh.. cara larinya karena disertai rasa panik. Akhirnya mereka berhasil menangkap bolanya yang hampir jatuh ke jurang. Wah jd teringat buku kisah petualangan 5 sekawan deh. Setelah itu Nathan pegangin bolanya dan ga boleh dimainin karena takut hilang lagi. Lucu deh dengan tubuh ndutnya megangin bola sambil mukanya cemas.
Karin punya kelucuan sendiri dia kalo di foto selalu tangannya diangkat dan Peace dgn lambang V dijarinya. Duh ga kreatif nih. Akhirnya diajarin bergaya deh. Wah jago dia, apalagi dengan muka imutnya lucu.