6 April 2011
Tiba di Stasiun kereta api Beijing sudah agak sore, akhirnya kami memutuskan naik taksi, karena belum tau lokasi jelasnya hotel yang kami tuju. Padahal kalo kami tau sebelumnya, ternyata hotelnya bisa dicapai dengan naik MRT. Stasiun nya keren, sepi dan bersih.
Setelah bersusah payah akhirnya sampailah kami dihotel, yang terletak di sebelah Tiananmen, saya heran juga kenapa yah susah bener nyari alamat hotel, padahal alamat sudah lengkap bahkan sudah dikasih alamat dalam bahasa mandarin lho, dan ada teman juga yg berbahasa mandarin.
Menurut supir taksi nya, ini hotel kecil jadi susah dan ga familiar. Akhirnya dengan cukup membayar RMB 32, tibalah kami di hotel Forbidden City Hotel.
Setiba dihotel kami beristirahat sebentar sebelum mencari makan malam.
Dengan jarak berjalan kaki kearah depan hotel ada sebuah pusat makanan yang terkenal yaitu Donghuanmen Night Market. Di jalan ini dijual aneka sate, yang unik selain tersedia sate ayam, kambing, babi, seafood,buah, tersedia pula sate kelabang,kalajengking,kuda laut,bintang laut dan binatang seram lainnya.
Selain aneka sate juga di jual aneka mie, pokoknya makan ringan deh. Akhirnya kami beli sate ayam, kambing, dan octopus aja deh. Sate yang lainnya cuku dinikmati lewat foto aja. Oh ya ada juga bulu babi lhoooo.... ga tau deh gimana masaknya tuh.
Setelah puas makan sate, kami maju lagi kemudian belok kanan, tibalah kami di daerah pertokoan yang terkenal, Wangfujing. Waauwww keren banget di dukung dengan udara yang dingin banget, makin berasalah kami seperti diluar negeri....hehehehe....Karena kami semua bukanlah penggila belanja jadi kami cuma tengak-tengok seadanya. Dan tujuan kami kesini adalah mencari Peking Duck yang terkenal itu.
Setelah mencari-cari akhirnya kami menemukan sebuah resto bebek peking yang keren, dengan berat hati karena takut mahal, akhirnya masuklah kami ke resto Quan Yi De. Setelah masuk kami diantar ke lantai 2 dengan lift. Wah ternyata diruangan yang cukup besar ini, banyak orang yg sedang makan juga. Agak terhibur juga sih. Setelah pilih2 menu, akhirnya kami pilih 1 ekor Peking Duck dan 1 porsi sayur. Setelah kami pesan, datanglah sang koki, komplit dengan peralatannya dan 1 ekor Peking Duck. Wah melihat dia memotong bebek, seru deh.
Setelah selesai, ternyata menghasilkan 2 piring kecil kulit bebek garing, 1 potong kepala bebek, 2 piring kecil daging bebek dan 2 piring lumpia basah. Wah ternyata sedikit yah. Pdhal ditulang2 bebeknya masih banyak dagingnya nih. Hehehehe saya paling suka daging dekat tulang. Wah karena harus jaim, diikutin aja deh. Dan cara makannya seperti gambar ini nih. Daging bebek dimasukan di kulit lumpia, diberi daun bawang, saus, kemudian dilipat. Hmmmm ternyata kenyang juga yah. Untung kita pesan sayur (walaupun mahal), setidaknya ada variasi deh. Blenek juga makan bebek. Dan kami pun sangat terbantu dengan sambal ABC yang kami bawa. Untuk semua itu kami harus merogoh kocek sangat dalam yaitu RMB 350.
Setelah selesai makan saya beli 1 bebek ukuran 1,25 kg seharga RMB 68, wah jauh sekali harganya dengan di resto. Kami teruskan perjalanan dan menemukan satu jalan yang ramai dgn penjual kaki 5, mirip chinatown Singapore deh.
Wah banyak jajanan dipinggir jalan. Seru juga nih. Bisa beli oleh2 aneka makanan kecil. Mulai dari permen, enting2, pokoknya banyak deh. Karena hari ini kami baru tiba dari KL, wah terasa cape juga nih. Akhirnya kami putuskan untuk kembali ke hotel. Istirahat, persiapan untuk besok ke Tiananmen dan Temple of Heaven.
Didekat hotel kami menemukan toko buah, Wah buah2annya sangat menarik, karena suhu dingin jadi buah2annya seger banget. Akhirnya kami beli strawberry.... setelah di coba emang bener2 enak, manis dan seger.... Akhirnya tiba dihotel... Ssssssttt istirahat dulu yah besok pagi mau ikut upacara bendera jam 5.30 harus udah siap...kata Laushi....
7 April 2011
Bangun pagi, ga bisa mandi, sikat gigi aja. Menggigil boooo.... Suhu berkisar antara 6-17 derajat. Lumayan irit baju, ga usah ganti juga ga bau hehehehe. Wah udah ditunggu Laushi nih, mau liat upacara bendera di depan Tiananmen.
Perjalanan ke Tiananmen cukup sulit mengingat udara yang dingin setengah mati, ditambah lagi angin yang lumayan kenceng. Brrrrrrr.... Caiyoooo... Setiba di Tiananmen, orang2 sudah mulai rame, tp upacara belum dimulai. Duuuuh...jauh2 ke Beijing ikut upacara, di Indo aja ga pernah ikut upacara nih.
Tak berapa lama, keluarlah prajurit dari dalam Tiananmen, jumlahnya banyak, ga tau berapa. Mereka membawa bendera yang akan dikibarkan. Dilapangan didepan Tiananmen, ternyata sudah banyak prajurit yang sudah berbaris rapi. Wah dari tadi ga keliatan karena masih tertutup kabut.
Setelah melihat upacara, ternyata kami belum boleh masuk ke Tiananmen, mungkin mereka masih siap2 yah. Lagi pula masih terlalu pagi. Akhirnya kami masuk ke Taman di sebelah Tiananmen, namanya Zhong Dian Fang Huo Dan Wei. Tamannya bersih dan sepi. Tiket masuknya RMB 3.
Ditaman ini kami sempat foto-foto sebentar, bagus, bersih, chinese banget, dan ada pohon bunga Tahoa. Yang berwarna pink itu lho. Setelah foto2 sebentar kami keluar, karena mau buru2 masuk ke Tiananmen, kami kira buka jam 8, ternyata belum buka juga. Huhhh...nyesel juga mending nunggu didalam taman deh. Masih banyak yang belum dikunjungi soalnya.
Akhirnya kami berjalan2 didepan di depan Tiananmen.
Setelah menunggu agak lama akhirnya, kami diperbolehkan masuk, masuknya sih seingat saya gratis, untuk masuk ke museum2 disamping kanan kirinya bayar RMB 10.
Karena kita ga ngerti bahasanya, yah jadi kita foto2 aja deh. Oh ya dibagian belakang ada bagian namanya Forbidden City, dan kita harus bayar RMB 10.
Yang saya tampilkan difoto2 diatas ada beberapa yang unik, misalnya jam jaman dahulu kala, large stone carving, 5 stars toilet (toilet aja ada ratingnya yah), pohon berotot. Saya lupa berapa lama kami sudah berjalan dari depan sampai belakang, yang pasti cukup lama, namun buat saya ga terlalu melelahkan karena selain udara dingin, banyak objek yang bisa di foto. Malkumlah masih amatiran jadi masih norak2nya nih. hihihihi...
Setelah tiba dihalaman belakang kami bertanya kepada Pak Polisi, bis menuju Temple Of Heaven, walaupun awalnya baik, lama2 dia jutek juga, karena yang nanya sampai 3 orang dengan tampang lugu. Btw akhirnya kami naik bislah ke Temple Of Heaven. Akhirnya dengan perjuangan yang cukup melelahkan karena banyak berpikir soal transportasi kami bisa tiba di tujuan.
Dengan membayar RMB 35, masuklah kami. Yang pertama dilihat adalah Seven Stars Stone, kemudian pohon yang ber urat2, dan bunga pink yang bagus kalo ga salah namanya Tao Hwa, bukan mei hwa karena bunga mei hwa sudah jarang sekarang.
Rabu, 06 April 2011
Tianjin, 6 April 2011
Dengan penerbangan Air Asia X dari Kuala Lumpur kami tiba di Airport Tianjin. Dikota ini kami hanya transit, karena kami mau melanjutkan perjalanan ke Beijing.
Dengan bekal informasi yang sudah saya browsing sebelumnya, kami harus ke gate 2, dan naik bis seharga RMB 10/org ke stasiun kereta api.
Wah saat ini, suhu udaranya masih cukup dingin, pohon2 pun tidak berdaun. Saya tidak tau pasti suhunya, karena saat naik bis, terasa hangat.
Sekitar 20 menit sampai deh di stasiun kereta api Tianjin. Sebenarnya pengen banget jalan2 di kota Tianjin, tapi sayangnya kami harus segera ke Beijing, karena takut kemaleman, dan belum tau lokasi hotelnya.
Dengan membeli tiket kereta api seharga RMB 58, kami akhirnya naik kereta CRH, kereta api versi baru dengan kecepatan yang lebih tinggi.
Di ruang tunggu stasiun kami menemukan satu toko yang menjual oleh2. Dan berdasarkan referensi dari teman, disini banyak sekali jenis kue kepang, dari yang kecil sampai yang besar. Dengan rasa yang beragam juga. Rasanya enak, dan ga keras. Akhirnya saya beli satu kotak untuk oleh2.
Nah inilah keretanya. Berdasarkan informasi kecepatan tertingginya 330 km/jam. Wah seneng nih bisa ngerasain kereta cepet kaya gini. Tianjin-Beijing hampir sama dengan Jakarta-Bandung, hanya ditempuh dengan waktu 20 menit. Woooowwww....
Nah ini suasana didalam keretanya, dapat minum lho, bisa nambah lagi, tinggal ambil aja dibagian depan. Yah lumayan deh buat bekal. Keretanya super bersih, super nyaman.
Ada pramugarinya yang menawarkan souvenir berbentuk CRH yang berfungi sebagai senter, akhirnya saya beli kalo ga salah RMB 10 deh. Kirain terbuat dari besi, ternyata dari plastik.
Dengan bekal informasi yang sudah saya browsing sebelumnya, kami harus ke gate 2, dan naik bis seharga RMB 10/org ke stasiun kereta api.
Wah saat ini, suhu udaranya masih cukup dingin, pohon2 pun tidak berdaun. Saya tidak tau pasti suhunya, karena saat naik bis, terasa hangat.
Sekitar 20 menit sampai deh di stasiun kereta api Tianjin. Sebenarnya pengen banget jalan2 di kota Tianjin, tapi sayangnya kami harus segera ke Beijing, karena takut kemaleman, dan belum tau lokasi hotelnya.
Dengan membeli tiket kereta api seharga RMB 58, kami akhirnya naik kereta CRH, kereta api versi baru dengan kecepatan yang lebih tinggi.
Di ruang tunggu stasiun kami menemukan satu toko yang menjual oleh2. Dan berdasarkan referensi dari teman, disini banyak sekali jenis kue kepang, dari yang kecil sampai yang besar. Dengan rasa yang beragam juga. Rasanya enak, dan ga keras. Akhirnya saya beli satu kotak untuk oleh2.
Nah inilah keretanya. Berdasarkan informasi kecepatan tertingginya 330 km/jam. Wah seneng nih bisa ngerasain kereta cepet kaya gini. Tianjin-Beijing hampir sama dengan Jakarta-Bandung, hanya ditempuh dengan waktu 20 menit. Woooowwww....
Nah ini suasana didalam keretanya, dapat minum lho, bisa nambah lagi, tinggal ambil aja dibagian depan. Yah lumayan deh buat bekal. Keretanya super bersih, super nyaman.
Ada pramugarinya yang menawarkan souvenir berbentuk CRH yang berfungi sebagai senter, akhirnya saya beli kalo ga salah RMB 10 deh. Kirain terbuat dari besi, ternyata dari plastik.
Selasa, 05 April 2011
Kuala Lumpur, 5-6 April 2011
Rute, 5 April 2011 :
Jakarta-->Pesawat ke KL --->Naik MRT ke Central--> Taxi ke Bukit Bintang Plaza--> jalan kaki ke Suria Mall-->taxi ke Petaling Street-->taxi ke Sungei Wang-->jalan kaki ke bukit bintang-->naik mobil teman ke nasi lemak Pak Bos-->naik mobil kerumah teman-->naik mobil teman ke Bukit Bintang Plaza.
Rute, 6 April 2011 :
Bukit Bintang Plaza-->taxi ke LCCT-->Pesawat ke Tianjin
Semalam di Kuala Lumpur Selasa-Rabu, 5-6 April 2011
Dengan penerbangan Air Asia pagi kami berangkat menuju Kuala Lumpur. Setiba di LCCT kami naik Sky Bus menuju KL Sentral, yang telah kami pesan sebelumnya melalui situs air asia.http://www .skybus.com.my dengan biaya RM 9. Setiba di KL Sentral kami memutuskan naik taksi ke Bukit Bintang menuju penginapan kami di KL Plaza. Di apartemen riyani wong pun kami menginap. Biaya permalam per kamar per 2 orang adalah RM 85. Dengan kamar mandi diluar. Yah untuk tempat transit apartemen ini sangat direkomendasikan orang, karena lokasi yg strategis di daerah bukit bintang.
Setelah check in dan kami cari makan dulu, akhirnya kami ke Mall Pavillion, di seberang KL Plaza. Dan kami makan di food Court dengan berbagai macam pilihan makanan. Saya sendiri mencoba aneka lumpia. ada 3 macam lumpia yang menurut saya enak.
Paket lumpia ini terdiri dari 3 macam lumpia. Yaitu lumpia goreng, lumpia basah dan salad lumpia. Nah salad lumpia inilah yang baru pertama kali saya makan. Hmmmm Enak lho....
Ada juga laksa yang kami pesan, kuahnya yang bersantan kental itu, walaupun rasanya enak...wah buat kami menakutkan. Maklumlah usia kami kan bukan belasan lagi. Jadi terbayanglah kandungan kolesterol yang ada didalam kuah laksa yang lezat itu.Akhirnya hanya isinya yang kami makan dan kuahnya kami tinggalkan deh.
Setelah kami santap siang, akhirnya kami keluar dari mall karena buat kami tak ada yg menarik di mall ini, saya pikir isinya sama dengan mall-mall yang ada dijakarta, seperti Plaza Indonesia, Grand Indonesia. Kami lanjutkan perjalanan menuju Twin Tower.
Setelah berputar-putar bertanya-tanya akhirnya kami menemukan Twin Tower. Wah cuaca agak mendung siang ini. Jadi hasil foto kurang bagus nih.
Karena siang hari, kami tidak bisa menaiki Twin Tower, akhirnya kami ke Suria Mall yang menjadi satu dengan Twin Tower.
Pemandangan yang cukup indah di depan Suria Mall. Terlihat sepasang kakek nenek yang sedang berjalan sambil mengobrol dengan asyiknya di pinggir air mancur simfonik. Wah romantisnya pasangan ini.
Di Suria Mall ini kami menikmati Es Campur Durian. Wah enaknya makan disiang hari dengan pemandangan air mancur simfonik di depan Suria Mall.
Dari Suria Mall kami ke Petaling Street. Dikunjungan terdahulu ga sempat ke Petaling. Karena hari hujan akhirnya memutuskan naik taxi. Akhirnya mengantrilah kami di lobby mall. Wah ternyata dapat taxi yang besar, lebih mahal tapi lega banget. Modelnya seperti mini van. Sampai di Petaling masih hujan, ga punya payung lagi. Setelah tiba di Petaling wah tempatnya agak kumuh dan berantakan, ditambah hujan deras, wah akhirnya kami cuma liat-liat sebentar kemudian naik taxi lagi ke Sungei Wang.
Disungei wang ini berdasarkan informasi teman ada toko sepatu dan tas yang terkenal di Malaysia yaitu Vincci. Setelah berputar-putar di sungei wang akhirnya ketemulah toko Vincci. Wah ramainya. Kami ikut-ikutan mencari-cari sepatu, sendal or tas yang cocok. Wah ternyata ga ada yang cocok. At least kami jadi tau lah ternyata Vincci seperti itu. Maklum kami penggila jalan-jalan bukan penggila shopping hehehe
Didepan Sungei wang ada lambang tune hotel yang menurut kami lucu sekali. Nah inilah gambarnya. Walaupun ga ngerti apa maksud gambar ini, tapi buat kami cukup menarik perhatian.
Dari sini kami berjalan kaki kearah bukit bintang. Diperjalanan kami menemukan penjual es krim yang unik. Yang tidak tumpah saat dibalik. Saya ingat pernah menonton ulasannya di TV. Kalau ga salah pedagangnya dari Turky deh.
Sampai di bukit bintang planningnya kami mau istirahat, tapi karena dapat telepon dari teman di Malaysia yang mau ajak makan akhirnya kami berkunjung lagi ke Vincci, yang ternyata ada dibawah apartemen kami KL Plaza. Setelah menunggu beberapa lama akhirnya kami bertemu dengan Taza, teman saya orang Malaysia. Setelah berbincang-bincang jadilah kami makan nasi lemak, dekat rumah Taza.
Nasi Lemak Pak Boss. Wah ternyata nasi lemak dengan lauk yang kami bisa pilih sendiri. Ada ayam goreng, rendang, paru dll. Rasanya ehmmmm enak lho... Terlebih lagi karena di traktir Taza jadi lebih enak deh...
Setelah makan kami diajak mampir ke rumah Taza, wah ternyata konsep perumahan di Malaysia sama dengan di Indonesia deh.
Sebelum kami pulang kami diantar Taza ke Twin Tower lagi, untuk melihat Twin Tower di waktu malam. Wah bagus deh. Sayangnya karena malam hari dan peralatan seadanya, kami kesulitan mengambil gambar.
Setelah itu kami diantar ke Bukit Bintang, KL Plaza tempat kami menginap.
Esok paginya kami bangun pagi2 sekali karena kami menumpang pesawat dengan penerbangan pertama menuju Tianjin. Jam 8.30 Jarak dari bukit bintang ke LCCT kurang lebih 1 jam. Waktu check in 2 jam. Alhasil jam 5 pagi kami sudah berangkat. Ternyata taksi yang kami pesan terlambat, akhirnya kami memutuskan untuk naik taksi lainnya. Pas ada didepan penginapan. Ternyata supirnya meminta pakai argo saja. Yah lumayan lah setidaknya lebih fair. Di argo sih tertera RM 65, setelah di kalkulasi akhir include tol, dan extra charge karena pagi2 sekali akhirnya kami harus membayar RM 102.
Kami segera ke counter self check in, dan setelah itu ke counter bagasi. Wah sepertinya penerbangan hari ini ke Tianjin cukup ramai karena ada rombongan.
Setelah selesai kami sarapan dulu akh. Pilihan saya jatuh pada Asam Laksa. Wah makanan ini asam rasanya. Untung aja perut saya kuat nih. Sedangkan yang lain memilih nasi hainam, dan nasi lemak.
Setelah kami menyelesaikan proses imigrasi itu kami siap2 keruang tunggu karena sebentar lagi kami akan berangkat. Dan kami pun berhasil menyelundupkan air minum. Caranya air minum kami bungkus dengan kain. Pintar kan..hehehe... Pesawatnya on time lho. Wah baru pertama kali buat saya naik Air Asia X. Ternyata pesawatnya cukup besar, dengan komposisi bangku 3-3-3.
Perjalanan panjang pun dimulai, kira2 6 jam. Untung kami sudah pesan makanan melalui pre book meals. Jadi tidak akan kelaparan dan menghemat RM 2.
Jakarta-->Pesawat ke KL --->Naik MRT ke Central--> Taxi ke Bukit Bintang Plaza--> jalan kaki ke Suria Mall-->taxi ke Petaling Street-->taxi ke Sungei Wang-->jalan kaki ke bukit bintang-->naik mobil teman ke nasi lemak Pak Bos-->naik mobil kerumah teman-->naik mobil teman ke Bukit Bintang Plaza.
Rute, 6 April 2011 :
Bukit Bintang Plaza-->taxi ke LCCT-->Pesawat ke Tianjin
Semalam di Kuala Lumpur Selasa-Rabu, 5-6 April 2011
Dengan penerbangan Air Asia pagi kami berangkat menuju Kuala Lumpur. Setiba di LCCT kami naik Sky Bus menuju KL Sentral, yang telah kami pesan sebelumnya melalui situs air asia.http://www .skybus.com.my dengan biaya RM 9. Setiba di KL Sentral kami memutuskan naik taksi ke Bukit Bintang menuju penginapan kami di KL Plaza. Di apartemen riyani wong pun kami menginap. Biaya permalam per kamar per 2 orang adalah RM 85. Dengan kamar mandi diluar. Yah untuk tempat transit apartemen ini sangat direkomendasikan orang, karena lokasi yg strategis di daerah bukit bintang.
Setelah check in dan kami cari makan dulu, akhirnya kami ke Mall Pavillion, di seberang KL Plaza. Dan kami makan di food Court dengan berbagai macam pilihan makanan. Saya sendiri mencoba aneka lumpia. ada 3 macam lumpia yang menurut saya enak.
Paket lumpia ini terdiri dari 3 macam lumpia. Yaitu lumpia goreng, lumpia basah dan salad lumpia. Nah salad lumpia inilah yang baru pertama kali saya makan. Hmmmm Enak lho....
Ada juga laksa yang kami pesan, kuahnya yang bersantan kental itu, walaupun rasanya enak...wah buat kami menakutkan. Maklumlah usia kami kan bukan belasan lagi. Jadi terbayanglah kandungan kolesterol yang ada didalam kuah laksa yang lezat itu.Akhirnya hanya isinya yang kami makan dan kuahnya kami tinggalkan deh.
Setelah kami santap siang, akhirnya kami keluar dari mall karena buat kami tak ada yg menarik di mall ini, saya pikir isinya sama dengan mall-mall yang ada dijakarta, seperti Plaza Indonesia, Grand Indonesia. Kami lanjutkan perjalanan menuju Twin Tower.
Setelah berputar-putar bertanya-tanya akhirnya kami menemukan Twin Tower. Wah cuaca agak mendung siang ini. Jadi hasil foto kurang bagus nih.
Karena siang hari, kami tidak bisa menaiki Twin Tower, akhirnya kami ke Suria Mall yang menjadi satu dengan Twin Tower.
Pemandangan yang cukup indah di depan Suria Mall. Terlihat sepasang kakek nenek yang sedang berjalan sambil mengobrol dengan asyiknya di pinggir air mancur simfonik. Wah romantisnya pasangan ini.
Di Suria Mall ini kami menikmati Es Campur Durian. Wah enaknya makan disiang hari dengan pemandangan air mancur simfonik di depan Suria Mall.
Dari Suria Mall kami ke Petaling Street. Dikunjungan terdahulu ga sempat ke Petaling. Karena hari hujan akhirnya memutuskan naik taxi. Akhirnya mengantrilah kami di lobby mall. Wah ternyata dapat taxi yang besar, lebih mahal tapi lega banget. Modelnya seperti mini van. Sampai di Petaling masih hujan, ga punya payung lagi. Setelah tiba di Petaling wah tempatnya agak kumuh dan berantakan, ditambah hujan deras, wah akhirnya kami cuma liat-liat sebentar kemudian naik taxi lagi ke Sungei Wang.
Disungei wang ini berdasarkan informasi teman ada toko sepatu dan tas yang terkenal di Malaysia yaitu Vincci. Setelah berputar-putar di sungei wang akhirnya ketemulah toko Vincci. Wah ramainya. Kami ikut-ikutan mencari-cari sepatu, sendal or tas yang cocok. Wah ternyata ga ada yang cocok. At least kami jadi tau lah ternyata Vincci seperti itu. Maklum kami penggila jalan-jalan bukan penggila shopping hehehe
Didepan Sungei wang ada lambang tune hotel yang menurut kami lucu sekali. Nah inilah gambarnya. Walaupun ga ngerti apa maksud gambar ini, tapi buat kami cukup menarik perhatian.
Dari sini kami berjalan kaki kearah bukit bintang. Diperjalanan kami menemukan penjual es krim yang unik. Yang tidak tumpah saat dibalik. Saya ingat pernah menonton ulasannya di TV. Kalau ga salah pedagangnya dari Turky deh.
Sampai di bukit bintang planningnya kami mau istirahat, tapi karena dapat telepon dari teman di Malaysia yang mau ajak makan akhirnya kami berkunjung lagi ke Vincci, yang ternyata ada dibawah apartemen kami KL Plaza. Setelah menunggu beberapa lama akhirnya kami bertemu dengan Taza, teman saya orang Malaysia. Setelah berbincang-bincang jadilah kami makan nasi lemak, dekat rumah Taza.
Nasi Lemak Pak Boss. Wah ternyata nasi lemak dengan lauk yang kami bisa pilih sendiri. Ada ayam goreng, rendang, paru dll. Rasanya ehmmmm enak lho... Terlebih lagi karena di traktir Taza jadi lebih enak deh...
Setelah makan kami diajak mampir ke rumah Taza, wah ternyata konsep perumahan di Malaysia sama dengan di Indonesia deh.
Sebelum kami pulang kami diantar Taza ke Twin Tower lagi, untuk melihat Twin Tower di waktu malam. Wah bagus deh. Sayangnya karena malam hari dan peralatan seadanya, kami kesulitan mengambil gambar.
Setelah itu kami diantar ke Bukit Bintang, KL Plaza tempat kami menginap.
Esok paginya kami bangun pagi2 sekali karena kami menumpang pesawat dengan penerbangan pertama menuju Tianjin. Jam 8.30 Jarak dari bukit bintang ke LCCT kurang lebih 1 jam. Waktu check in 2 jam. Alhasil jam 5 pagi kami sudah berangkat. Ternyata taksi yang kami pesan terlambat, akhirnya kami memutuskan untuk naik taksi lainnya. Pas ada didepan penginapan. Ternyata supirnya meminta pakai argo saja. Yah lumayan lah setidaknya lebih fair. Di argo sih tertera RM 65, setelah di kalkulasi akhir include tol, dan extra charge karena pagi2 sekali akhirnya kami harus membayar RM 102.
Kami segera ke counter self check in, dan setelah itu ke counter bagasi. Wah sepertinya penerbangan hari ini ke Tianjin cukup ramai karena ada rombongan.
Setelah selesai kami sarapan dulu akh. Pilihan saya jatuh pada Asam Laksa. Wah makanan ini asam rasanya. Untung aja perut saya kuat nih. Sedangkan yang lain memilih nasi hainam, dan nasi lemak.
Setelah kami menyelesaikan proses imigrasi itu kami siap2 keruang tunggu karena sebentar lagi kami akan berangkat. Dan kami pun berhasil menyelundupkan air minum. Caranya air minum kami bungkus dengan kain. Pintar kan..hehehe... Pesawatnya on time lho. Wah baru pertama kali buat saya naik Air Asia X. Ternyata pesawatnya cukup besar, dengan komposisi bangku 3-3-3.
Perjalanan panjang pun dimulai, kira2 6 jam. Untung kami sudah pesan makanan melalui pre book meals. Jadi tidak akan kelaparan dan menghemat RM 2.
Langganan:
Komentar (Atom)








































