Selasa, 31 Mei 2011

Life Begin at 40

Life begin 40. Yaaa kita sering mendengar kalimat ini. Dan saya bersama teman seangkatan pun akan memasuki masa ini. Namun sadarkah kita??
Sejujurnya saya sih ga sadar ^_^. Bagaimana dengan anda??

Menurut saya yang membuat kita ga menyadarinya adalah :
Rutinitas
Ya hidup kita yang senantiasa kita jalani tanpa punya waktu untuk merenungi sampai dimana kita berjalan.
Bangun pagi, urus anak2, mandi, makan, berangkat ke kantor, kerja, pulang kerja, mandi, makan, berdoa, tidur. Ya, teruslah seperti itu, terkadang diselingi dengan jalan-jalan, browsing, chatting, buka facebook, dll. Begitu dan begitu terus setiap hari.

Kemampuan yang masih prima
Sebenarnya ini sih relatif, kalo yang membutuhkan tenaga lebih besar mungkin ga lagi. Tapi untuk kegiatan sehari-hari, baik secara kemampuan berfikir, maupun kemampuan fisik sih masih oke lah. Bahkan cenderung prima.

Pergaulan seusia
Kebetulan teman dekat dan teman dikantor saya sih pergaulannya rata2 seusia, bahkan ada yang lebih tua, tapi kami masih suka bercanda, cari makan yang enak2, jalan-jalan. Jadi hidupnya indah ^_^ deh.

Namun saat ini saya sering berpikir, ya sebentar lagi saya akan memasuki usia 40 tahun. Walaupun belum saya ingin melewatinya dengan sadar, karena tahun-tahun sebelumnya saya ga menyadarinya.

Menurut saya sih yang membuat saya sadar adalah :

Uban
Ya, uban mulai tumbuh nih....hiks..hiks..hiks.. Dulu-dulu sih udah ada uban, tapi ga sebanyak sekarang nih. Saya baru tersadar ketika office girl dikantor yang biasa saya suruh cabutin uban bilang gini "Mba kalo dicabutin bisa botak nih...!" Alamak... sebanyak itu kah??
Dan suatu hari saya melihat uban di kumis my hubby, wah..ternyata my hubby pun sudah tua...hehehe....

Menurunnya kesehatan/berkurangnya tenaga
Saya teringat ketika masih kuliah dulu, beberapa kali naik gunung gede, wah indahnya ngeliat bunga edelweis, makan nasi rendang/ayam goreng di puncak gunung disaat orang lain makan indomie hehehe...Makasih buat karyadi yg udah ngasih tips ini.
Wah kalo sekarang ngeliat hasil laboratorium, yg pertama diliat adalah kadar kolesterol, triglersida. Ada bintangnya ga yah?? belum lagi hasil tensi. Kebetulan saya mengidap hypertensi, baru sekitar 2 tahun kayanya. Padahal dulu darah rendah. Wah ternyata kalo ngobrol2 sama teman pun ada yang sakit darting juga, dan mengkonsumsi obat darting rutin. Welcome to the club friend...
Ya masing-masing dari kita pun punya dokter pribadi deh. Yang paling banyak pasti internist deh...

Saya teringat ketika bertemu teman2 kuliah dulu di pemakaman salah satu teman kuliah. Dia masih muda belum mencapai usia 40. Meninggal karena sakit. Disitupun kami terlibat perbincangan "Iya yah ternyata kita dah tua, ada beberapa teman kita yang meninggal, dan hasil check laboratorium kita pun udah banyak bintangnya" hehehe bener juga yah...

Kalau lagi nemenin anak ke dufan, wah saya dah ga sanggup deh naik halilintar dan teman2nya. Paling2 naik istana boneka..hihihi...

Ada beberapa cerita juga yang membuat saya sadar bahwa saya dah tua sih.

Jadi teringat cerita seorang teman yang diundang di acara organisasi jurusan HIMTEK dikampus Binus, setelah dia berbicara dan cerita pada saat kami kuliah dulu, sang moderator pun mengatakan "Bayangkan saat kakak ini kuliah, kita baru dibuat" wkkkkkk..bener juga sih, yang kuliah ditahun 2010 kan usianya paling 18 tahun, mereka lahir kurang lebih tahun 1992dan angkatan kami adalah angkatan 1992. Uuupssss..beneran tua nih..tak bisa dipungkiri lagi hehehe...

Kalo mau tidur saya seringkali memandang wajah anak saya yg satu umur 8 tahun, yang satu umur 6 tahun. Busyet deh..anak gw dah gede nih...

Untuk memasuki usia 40 tahun saya lebih suka merenungi apa yang telah saya lalui, saya perbuat, saya rasakan dan juga apa yang telah saya capai.

Saya sangat bersyukur dengan semua yang telah saya lewati, walaupun mungkin ada beberapa hal yang hasilnya tidak sesuai dengan rencana, tapi saya tetap bersyukur karena semuanya itu bisa menjadi pengalaman yang berharga.
Saya telah berkeluarga, dan mempunyai 2 anak yang lucu dan menyenangkan. Walaupun mungkin saya tidak sesukses teman-teman lain yang sukses, tapi saya bersyukur karena sampai saat ini saya dan keluarga tidak pernah kekurangan.
Seperti pemazmur mengatakan, "Tuhan adalah Gembalaku, tak kan kekurangan aku".

Saya teringat ucapan Ajahn Bramm dalam bukunya "Semua akan berlalu". Ya benar apa yang diucapkan dia. Semua akan berlalu. Semua hal yang menyenangkan, menyedihkan sudah berlalu.

Saya ingin memasuki usia 40 tahun dengan kesadaran yang lebih tinggi. Ingin menjadi lebih baik, lebih bisa mengontrol diri dan ucapan, lebih bijaksana dalam segala hal, lebih bisa merencanakan segala sesuatu dan lebih dekat dengan Tuhan.

Rabu, 25 Mei 2011

Lomie Karet

Awalnya saya makan Lomie Karet ini, di sebuah RM di kawasan dekat pasar Palmerah. Mie yang bentuknya seperti cacing itu awalnya membuat saya geli untuk makan. Tapi setelah mencoba rasanya hmmmmm yummy.....
Karena waktu untuk memasak Lomie ini cukup lama, akhirnya setiap kali mau makan disana, saya pasti pesan lewat telepon dulu 1/2 jam sebelumnya. Jadi kalo saya tiba nunggunya ga terlalu lama. Resep ini adalah rekaan saya, btw kata my hubby sih mirip.


Bahan :
- 500 gram lomie karet
- 100 gram jamur hioko, di cuci, direndam, di iris 1/2 cm, air rendaman jangan
dibuang
- 50 gram udang kering, dicuci, direndam, air rendaman jangan dibuang
- 200 gram ayam daging dada diiris tipis
- 10 buah baso ikan
- 3 butir telur ayam
- 2 liter air
- Sawi hijau secukupnya potong 5 cm
- Sawi putih secukupnya potong 5 cm
- 3 sdm saos tiram
- kecap asin secukupnya
- 2 sdm gula
- lada secukupnya
- 3 siung bawang putih, dikeprek
- 2 sdm minyak sayur
- 2 sdm minyak wijen

Cara memasak :
Tumis bawang putih hingga harum dengan minyak sayur, masukan daging ayam, baso ikan, jamur hioko & udang kering tidak termasuk airnya,setelah harum masukan air rendaman jamur dan udang, tambahkan air, biarkan mendidih, masukan lomie, setelah mendidih masukan bumbu-bumbu, saos tiram, gula, lada, kecap asin, koreksi rasanya. Rebus masakan terus hingga lomie lembut, kalau kurang air tambahkan lagi dan koreksi rasanya kembali.

Setelah lomie lembut dan rasanya pas, masukan sawi hijau dan sawi putih, telur aduk cepat, dan terakhir minyak wijen. Setelah mendidih kembali lomie karet siap dihidangkan.

Tips :
- Lomie karet bisa ditemukan dipasar glodok.
- Enak dimakan bersama acar ketimun dan sambel saus cabe
- Dimakan selagi panas
- Bila mau dibawa atau dimakan belakangan, mie dan kuah ditaro terpisah

Kamis, 19 Mei 2011

Baso Lo Hoa

Hidangan baso lo hoa ini merupakan salah satu favorite saya nih...Untuk anak-anak sangat baik karena ada campuran sayur di basonya. Yuk kita bikin...


Bahan Kuah :
- 2 buah (250 gr) wortel,potong serong bisa juga dibentuk sesuka hati
- 5 gr jamur kuping, rendam potong 3 X 3 cm
- 1,5 liter kaldu ayam
- 100 gr kapri manis dibuang sudutnya saja
- 3 siung bawang putih, memarkan
- 1 sdt gula pasir
- 1 tangkai daun bawang, iris serong
- 1 tangkai daun seledri, iris sedang
- 1 sdm bawang putih goreng
- Garam secukupnya

Bahan Baso :
- 200 gr daging dada ayam, cincang halus
- 100 gr udang, cincang halus
- 10 gr ebi, sangrai, haluskan
- 3 cm wortel, cincang halus
- 5 gr jamur kuping, rendam , iris halus
- 25 gr soun, rendam sampai mekar, iris halus
- 1 butir putih telur
- 1 sdm tepung kanji
- 1 sdt gula pasir
- Garam secukupnya
- Merica secukupnya

Cara membuat :
Baso
Campur semua bahan dan bentuk bulatan kira-kira 15 bulatan, kemudian kukus. Setelah matang, angkat sisikan

Kuah
Didihkan kaldu ayam, masukan bawang putih yang telah dimemarkan, baso yang telah dikukus,wortel,jamur kuping, garam, gula, setelah wortel matang koreksi rasanya. Setelah pas masukan sisa sayuran, terakhir masukan bawang putih goreng.
Baso Lohoa siap dihidangkan.